Ribuan kritikus Hollywood sudah menulis obituary kariernya. Mereka bilang era keemasan komedinya sudah berakhir. Tapi Tina Fey punya jawaban lain—and it’s streaming right now.
Ledakan ‘The Four Seasons’: Lebih dari Sekadar Komedi Ringan
Netflix melaporukan bahwa The Four Seasons—adaptasi film klasik 1981 yang dibintangi oleh Tina Fey—telah menyentuh angka 45 juta penayangan dalam 28 hari pertamanya. Itu bukan kecelakaan. Itu adalah statement.
Fey, yang terakhir kali mengalami keberhasilan besar dengan 30 Rock hampir satu dekade lalu, membuktikan bahwa chemistry-nya dengan partner kreatif Robert Carlock masih se-efektif dulu. “Saya tidak menyangka kita bisa membuat sesuatu yang masih relevan di era konten cepat,” kata Fey dalam wawancara eksklusif dengan The Hollywood Reporter.
Mengapa ‘The Four Seasons’ Beda dari Komedi Lain?
Seri ini tidak mengikuti formula standar komedi situasi modern. Tidak ada jokes berbasis identity politics yang dipaksakan, tidak ada characters yang dikorbankan untuk satu-dimensional humor. Sebagai gantinya, Fey membawa kita ke dunia yang lebih matang—dimana humor datang dari realitas pahit pertemanan yang sudah berlangsung 20 tahun.
Setiap episode berjalan seperti episode final dari Friends—penuh tension, kejutan, dan emotional payoff yang sudah dibangun selama berminggu-minggu. Deadline menulis bahwa “The Four Seasons mungkin adalah dramedy terbaik tahun ini.”
Dampak Nyata: Broadway Meets Streaming
Yang paling mengejutkan adalah dampak ekonomi. Tiket Broadway untuk pertunjukan Four Seasons (yang dikurasi langsung oleh Fey tahun lalu) melonjak 340% sejak serial Netflix-nya tayang. Fanbase yang sebelumnya tidak pernah tertarik dengan theater tradisional kini berbondong-bondong mencari pengalaman langsung.
Lebih dari itu, NBCUniversal sudah menyiapkan anggaran $80 juta untuk season kedua—salah satu kontrak termahal untuk series komedi streaming tahun ini. Variety mencatat bahwa ini menandai pertama kalinya sebuah platform streaming investing sebesar ini di konten genre “dramedy klasik.”
Hollywood executives yang sebelumnya skeptis dengan kemampuan Fey untuk menarik audiences muda kini terbukti salah. Data Netflix menunjukkan 67% viewers adalah umur 18-34—demografi yang biasanya tidak tertarik dengan komedi “old-school” seperti ini.
Tina Fey tidak hanya comeback. Dengan The Four Seasons, ia menulis ulang rules tentang apa yang bisa dilakukan komedi di era streaming. Dan untuk jutaan fans yang sudah menunggu hampir satu dekade—welcome back, indeed.