Opini | Daryl Hannah: Bagaimana ‘Love Story’ Bisa Berlalu Dengan Begitu




Daryl Hannah: Bagaimana ‘Love Story’ Bisa Berlalu Dengan Begitu

Opini | Daryl Hannah: Bagaimana ‘Love Story’ Bisa Berlalu Dengan Begitu

Dibuat pada : [Judul asli artikel, tidak ada dalam contoh]

Daryl Hannah, seorang aktivis lingkungan hidup dan aktris Amerika Serikat, menyatakan ketidakpercayaannya terhadap film klasik “Love Story” yang dirilis pada tahun 1970. Dalam sebuah artikel yang terbit di The New York Times, Hannah menyoroti beberapa hal yang membuatnya merasa bahwa film tersebut menghindari pertanggungjawaban atas beberapa aspeknya.

Menurut Hannah, film “Love Story” yang berjudul asli “An Uncommon Love” sebenarnya dapat dikategorikan sebagai film yang berfokus pada percintaan antar laki-laki dan perempuan tanpa ada hubungan yang sama sekali serius. Bagaimanapun, film ini dipasarkan sebagai sebuah kisah romantik yang dapat menggugah hati dan membuat Anda berharap untuk kebahagiaan yang lebih luas di masa depan.

Kebohongan Pada Karakternya

Hannah menyebut beberapa kebohongan terhadap karakter yang diciptakan oleh peran utamanya, yang dimainkan oleh Ali McGraw dan Ryan O’Neal. Menurutnya, karakter tersebut menggambarkan suatu kehidupan yang sangat sederhana dan bahkan tidak masuk akal.

Menurut Hannah, karakter tersebut mengatakan pada akhir cerita bahwa ‘kehidupan sangat singkat’ dan bahwa ‘Anda harus menikmatinya’. Namun, ia tidak pernah memberikan penjelasan pada mengapa Anda harus ‘menikmati’ keduanya terhadap hal-hal tersebut.

Konflik Sosial Tak Dibahas

Daryl Hannah menyebut bahwa film ini tidak mengeksplorasi konflik-konflik sosial yang ada di masa ketika film tersebut muncul.

Menurutnya, keberanian yang dibutuhkan dalam sebuah kisah percintaan antar laki-laki dan perempuan yang datang kepada kita berdasarkan perspektif yang tidak bias.

Menurut Hannah, ‘kita tidak perlu membuat kita sendiri seperti hal-hal yang lebih baik dan mengapa pernikahan tidak bisa berlanjut dalam suatu kehidupan yang normal.’

Jika Film Inilah yang Diinginkan

Dalam kesimpulannya, Daryl Hannah menyatakan bahwa jika kisah percintaan antar remaja dan dewasa yang muncul dalam film “Love Story” benar-benar dapat digunakan, maka kita harus menyadari betapa berbahayanya hal-hal yang terjadi dalam sebuah kisah percintaan tersebut.

Menurutnya, kita tidak boleh menggunakan kisah-kisah semacam tersebut sebagai alasan untuk membangkatkan kecenderungan yang tidak baik dan membingungkan.

Menurut Hannah, ini merupakan suatu kesempatan besar untuk kita untuk menonton dan mendengarkan film-film tersebut dengan cara berbeda sekarang.

Semoga dapat membantu Anda memahami hal-hal yang sebenarnya penting dalam sebuah film klasik seperti “Love Story”.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *